Hyundai Ioniq 5 Ini Sudah Tempuh Jarak ke Bulan dan Kembali!

Sebuah Hyundai Ioniq 5 mencuri perhatian setelah mencatatkan jarak tempuh luar biasa, mencapai 666.255 km. Angka ini hampir setara dengan perjalanan pulang pergi antara Bumi dan Bulan. Meskipun merupakan model tahun 2023, mobil listrik asal Korea Selatan ini telah melaju lebih jauh dibandingkan kebanyakan kendaraan lain dalam waktu yang relatif singkat.

Menurut laporan Carscoops, mobil ini ditemukan melalui unggahan di halaman Facebook, tempat pemiliknya secara rutin membagikan pencapaian jarak tempuhnya. Berada di Korea Selatan, kendaraan ini digunakan secara intensif di jalan raya setiap harinya. Meski tidak disebutkan varian pasti yang digunakan, laporan menyebutkan bahwa baterai bawaan mobil mampu bertahan hingga 580.000 km sebelum akhirnya harus diganti.

Menariknya, Hyundai mengganti baterai tersebut tanpa biaya meskipun garansi baterai Ioniq 5 di sebagian besar negara, seperti Amerika Serikat dan Australia, hanya mencakup 8-10 tahun dengan batas 160.000 km. Tidak diketahui secara pasti alasan Hyundai memberikan penggantian gratis ini, apakah sebagai bentuk kemurahan hati atau sebagai pengecualian terhadap aturan yang berlaku.

Dalam kurun waktu sekitar 3 tahun 4-5 bulan, pemilik mobil ini telah mengemudi rata-rata 16.250-16.656 km per bulan, atau sekitar 541-555 km per hari. Dengan angka ini, Ioniq 5 tersebut telah menempuh jarak yang setara dengan perjalanan ke Bulan, kembali ke Bumi, lalu melanjutkan perjalanan beberapa kali lagi.

Toyota bZ3X Resmi Meluncur di China, SUV Listrik dengan Harga Terjangkau

Toyota secara resmi merilis SUV listrik terbaru mereka, bZ3X atau yang dikenal sebagai Bozhi 3X, di pasar China dengan harga mulai dari Rp246 jutaan. Kendaraan ini menawarkan fitur yang cukup lengkap meskipun tidak memiliki keunggulan signifikan dalam hal jangkauan dan kecepatan pengisian daya. Toyota menghadirkan tujuh varian bZ3X, di mana lima di antaranya tidak dilengkapi dengan lidar, sementara dua lainnya memiliki teknologi tersebut untuk mendukung sistem mengemudi cerdas.

Setiap varian bZ3X dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan kapasitas yang berbeda, berkisar antara 50 hingga 58 kilowatt-jam. Versi dengan kapasitas baterai terbesar diklaim mampu menempuh jarak hingga 520 kilometer berdasarkan siklus pengujian CLTC. SUV listrik ini memiliki tenaga maksimal sekitar 200 hp dengan torsi puncak mencapai 147 Nm, yang membuatnya cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari.

Di bagian interior, bZ3X dilengkapi layar sentuh berukuran 14,7 inci yang ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8155 untuk menghadirkan pengalaman multimedia yang optimal. Selain itu, kendaraan ini telah mengadopsi sistem mengemudi cerdas dari startup teknologi otonom China, Momenta. Sistem ini didukung oleh chip Nvidia Drive Orin X yang memiliki daya komputasi hingga 254 triliun operasi per detik (TOPS), memberikan fitur asisten berkendara yang lebih canggih.

Toyota menghadirkan bZ3X melalui kerja sama dengan GAC Group untuk memperluas pangsa pasar kendaraan energi baru (NEV) di China. Persaingan di sektor ini semakin ketat dengan ratusan merek yang berusaha bertahan dan tetap relevan di industri kendaraan listrik yang berkembang pesat.

Spesifikasi Motor Listrik Avand SC: Fitur Unggulan dan Jarak Tempuh 60 Km

Motor listrik Avand SC hadir sebagai pilihan menarik di segmen kendaraan ramah lingkungan dengan harga sekitar Rp 10 juta. Kedua model, Avand SC121 dan SC122, menawarkan fitur-fitur canggih yang tidak umum ditemui pada motor listrik dengan harga serupa.

Dari segi performa, Avand SC dilengkapi dengan Hub Drive 1200 Watt yang mampu memproduksi tenaga maksimal hingga 2300 Watt, setara dengan 3,08 tenaga kuda. Motor ini dapat mencapai kecepatan maksimum 60 km/jam, membuatnya ideal untuk penggunaan sehari-hari. Ditenagai oleh baterai Sealed Lead Acid (SLA) berkapasitas 72V 20Ah atau sekitar 1,4 kWh, motor ini dapat menempuh jarak hingga 60 km dalam satu kali pengisian.

Salah satu fitur unggulan dari Avand SC adalah sistem Anti-Rollback, yang mencegah motor mundur saat berhenti di jalan menanjak. Selain itu, terdapat fitur Cruise Control yang memungkinkan pengendara untuk melaju dengan kecepatan konstan tanpa harus mengendalikan throttle grip. Ini adalah inovasi yang memberi kenyamanan ekstra, terutama dalam perjalanan jarak jauh.

Motor ini juga dilengkapi dengan Reverse Mode, yang memudahkan pengendara saat memundurkan kendaraan, sangat berguna saat parkir di area sempit. Untuk aspek keamanan, Avand SC dilengkapi dengan teknologi Power Cut Off, yang secara otomatis mematikan mesin dalam tiga kondisi: saat pengereman penuh, saat standar samping diturunkan, dan saat motor sedang diisi daya.

Dalam hal penerangan, kedua model ini sudah menggunakan lampu LED di bagian depan dan belakang, serta Projector Headlamp yang meningkatkan visibilitas. Ditambah lagi, fitur Digital Display Panel dan Keyless Remote menambah kemudahan bagi pengguna.

Secara keseluruhan, meskipun spesifikasi kedua model Avand SC tidak jauh berbeda, perbedaan mencolok terletak pada desain headlamp. Avand SC121 memiliki headlamp berbentuk kotak, sementara SC122 tampil lebih klasik dengan headlamp bulat. Dengan fitur-fitur inovatif dan performa yang solid, Avand SC menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.