Setelah SU7 Sukses, Xiaomi Semakin Giat Kembangkan Mobil Listrik dan Siap Luncurkan Model Terbaru

Setelah kesuksesan Xiaomi SU7, perusahaan teknologi besar asal Tiongkok ini semakin serius dalam merambah industri mobil listrik. Antusiasme mereka untuk bersaing di pasar mobil listrik semakin terlihat setelah CEO Xiaomi, Lei Jun, beberapa waktu lalu membagikan unggahan di media sosialnya.

Lei Jun tampak menunjukkan minatnya pada mobil listrik Xiaomi YU7 dengan beberapa unggahan yang memperlihatkan aktivitasnya bersama mobil tersebut. Tidak hanya sekali, Lei juga beberapa kali mengunggah foto crossover elektrik penuh yang hingga kini belum dipasarkan oleh Xiaomi.

Dari segi desain, Xiaomi YU7 masih mengusung ciri khas Xiaomi. Bagian depannya mengingatkan pada desain SU7, namun dengan bentuk yang lebih melengkung. Lampu depannya memiliki fitur pencahayaan khas yang menyapu seluruh bagian depan mobil.

Menurut laporan Car News China, YU7 juga dilengkapi dengan sensor LiDAR pada bagian atapnya, yang menunjukkan bahwa SUV ini kemungkinan besar akan dibekali dengan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS). Selain itu, Xiaomi menawarkan berbagai pilihan desain velg untuk YU7, termasuk model yang terinspirasi oleh desain kipas turbofan.

Xiaomi YU7 masuk dalam kategori SUV ukuran menengah-besar dengan dimensi panjang 4.999 mm, lebar 1.996 mm, dan tinggi 1.608 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.000 mm.

Seperti halnya SU7, YU7 akan hadir dengan beberapa pilihan varian tenaga. Varian dasar menggunakan motor tunggal yang terpasang di bagian belakang, menghasilkan tenaga sebesar 235 kW (315 HP) dan dibekali dengan baterai lithium iron phosphate.

Sementara untuk varian lebih tinggi, YU7 menggunakan konfigurasi motor ganda (dual-motor) dengan penggerak semua roda (AWD). Motor depan menghasilkan daya sebesar 220 kW (295 HP), sementara motor belakang menghasilkan 288 kW (376 HP), dengan total daya mencapai 508 kW (681 HP). Model AWD ini menggunakan baterai ternary lithium.

Menurut kabar yang beredar, Xiaomi diperkirakan akan meluncurkan YU7 di pasar China pada bulan Juni atau Juli 2025, dengan harga diperkirakan berada di kisaran 300.000 hingga 400.000 yuan, atau sekitar Rp 660 juta hingga Rp 880 juta.

Apakah Memanaskan Mobil Masih Perlu Dilakukan? Ini Penjelasannya!

Banyak pengemudi yang memiliki kebiasaan memanaskan mobil sebelum berkendara. Ada yang meyakini bahwa hal ini bisa membuat mesin lebih awet dan meningkatkan performa kendaraan. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa memanaskan mobil hanya buang-buang waktu dan bahan bakar. Lantas, mana yang benar? Apakah mobil modern masih memerlukan pemanasan? Berikut beberapa alasan penting mengapa memanaskan mobil tetap disarankan.

Saat mesin dingin, oli yang ada di dalam mesin masih kental dan belum menyebar dengan merata ke seluruh komponen. Hal ini dapat menyebabkan gesekan berlebih yang berpotensi membuat mesin cepat aus. Dengan memanaskan mobil selama beberapa menit, oli akan mengalir lebih optimal, mengurangi gesekan, dan memastikan mesin bekerja dengan lebih efisien. Performa mesin pun menjadi lebih baik, dan konsumsi bahan bakar lebih hemat.

Selain itu, kebiasaan memanaskan mobil dapat mencegah terjadinya kebocoran kompresi. Kebocoran kompresi dapat terjadi saat ada celah di ruang bakar yang memungkinkan campuran udara dan bahan bakar keluar. Ketika mobil dipanaskan, suhu mesin akan meningkat dan komponen logam seperti piston dan silinder mengembang, sehingga celah tersebut mengecil. Ini akan memastikan kompresi mesin tetap optimal dan meningkatkan respons mesin.

Tak kalah penting, memanaskan mobil juga dapat menjaga performa aki dan sistem kelistrikan kendaraan. Pada suhu rendah, aki bekerja lebih keras karena reaksi kimianya melambat, yang dapat membuat mobil lebih sulit untuk dinyalakan. Dengan memanaskan mesin, distribusi listrik menjadi lebih lancar, mengurangi beban pada aki, yang dapat memperpanjang umur aki serta mengurangi kemungkinan terjadinya mogok di jalan.

Meski demikian, untuk mobil dengan sistem injeksi modern, cukup menyalakan mesin selama sekitar 30 detik hingga satu menit dan mulai berkendara secara perlahan. Jangan langsung tancap gas setelah mesin dinyalakan agar oli dapat bersirkulasi dengan baik, menjaga mesin tetap awet dan performa terjaga!

Hyundai Ioniq 6 dan Ioniq 6 N Line Hadir dengan Desain Lebih Futuristik

Hyundai resmi menghadirkan pembaruan untuk Ioniq 6 dan Ioniq 6 N Line dalam ajang Seoul Mobility Show 2025. Kedua model ini mendapatkan penyegaran desain yang lebih aerodinamis dan modern, mempertegas identitas sebagai kendaraan listrik masa depan. Hyundai menampilkan siluet yang lebih ramping dengan lekukan halus dan proporsi yang lebih seimbang, mencerminkan evolusi konsep desain mereka.

Menurut Simon Loasby, Wakil Presiden Senior dan Kepala Pusat Desain Hyundai, Ioniq 6 telah berkembang menjadi lini produk yang tetap mempertahankan karakter uniknya. Dengan konsep desain terbaru Pure Flow, Refined, Hyundai berusaha menyempurnakan setiap detail untuk menciptakan tampilan yang lebih sederhana dan futuristik. Desain kap mesin yang lebih tinggi, hidung hiu yang aerodinamis, serta spoiler ekor bebek yang diperpanjang semakin mempertegas estetika streamliner elektrifikasi yang diusung.

Interior Ioniq 6 tetap mempertahankan konsep Mindful Cocoon dengan peningkatan fokus pada kenyamanan dan pengalaman pengguna. Hyundai menghadirkan roda kemudi dengan desain baru, material pintu yang lebih premium, serta tata letak konsol tengah yang lebih fungsional. Selain itu, tampilan kontrol iklim juga diperbesar untuk meningkatkan kemudahan penggunaan.

Sementara itu, Ioniq 6 N Line membawa sentuhan sporty yang lebih agresif dengan mengadopsi elemen desain dari RN22e Rolling Lab. Bemper depan dan belakang yang lebih tajam, dominasi warna hitam di bagian belakang, serta lampu Parametric Pixel dua dimensi semakin memperkuat tampilan futuristik dan dinamis dari model ini.

Penjualan Mobil BYD Hampir Sentuh 1 Juta Unit di Seluruh Dunia pada Kuartal Pertama 2025

Pada kuartal pertama tahun 2025, BYD berhasil mencatatkan penjualan hampir 1 juta unit mobil secara global. Berdasarkan data yang diperoleh, pada bulan Maret 2025, perusahaan asal Shenzhen ini menjual sekitar 377.420 unit mobil listrik, yang membawa total penjualan mereka pada tiga bulan pertama mencapai 416.388 unit. Ini menunjukkan lonjakan sebesar 39% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024, yang hanya tercatat 300.114 unit.

Selain itu, penjualan mobil PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) BYD juga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan 569.710 unit terjual, meningkat sekitar 76% dibandingkan tahun lalu. Secara keseluruhan, total penjualan mobil listrik dan PHEV BYD pada kuartal pertama tahun 2025 mencapai 990.711 unit, atau naik 58,7% dibandingkan dengan 624.398 unit pada kuartal pertama tahun 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 206.084 unit diekspor ke berbagai negara.

Sejak 2022, BYD telah sepenuhnya berfokus pada kendaraan listrik dan PHEV, setelah menghentikan produksi mobil bermesin konvensional. Dalam dua tahun terakhir, penjualan global BYD terus mencatatkan peningkatan yang signifikan. Pada 2023, mereka menjual 3 juta unit, dan pada 2024, angkanya meningkat menjadi 4,3 juta unit. Pada tahun 2025, BYD diperkirakan akan menjual sekitar 5,5 juta unit, dan pada 2026, diproyeksikan angka tersebut akan mencapai 6,5 juta unit. Hingga Maret 2025, BYD telah mengirimkan lebih dari 11,6 juta kendaraan listrik dan PHEV ke seluruh dunia.

Di Indonesia, BYD juga turut menyumbangkan kontribusi signifikan dalam pasar otomotif, terutama setelah meluncurkan lima model mobil listrik pada 2024, yakni M6, Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7. Meskipun terbilang baru di pasar Indonesia, penjualannya menunjukkan angka yang menggembirakan. Pada 2024, meskipun baru memulai distribusi pada Juni, BYD berhasil mengirimkan 15.429 unit mobil listrik ke konsumen Indonesia. Pada dua bulan pertama 2025, BYD tercatat menjual 2.513 unit.

Dengan tren penjualan yang terus tumbuh, masa depan BYD di pasar Indonesia semakin cerah.

Menghindari Lane Hogger untuk Perjalanan yang Lebih Aman di Jalan Tol

Saat berkendara di jalan tol, kita sering bertemu dengan berbagai jenis pengemudi, dan salah satu perilaku yang sering terjadi adalah lane hogging. Meskipun terlihat sepele, perilaku ini dapat membahayakan dan mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama saat jumlah pengendara meningkat, seperti pada musim mudik Lebaran. Lane hogger merujuk pada pengemudi yang sengaja atau tidak sengaja tetap berada di lajur kanan tanpa alasan yang jelas, padahal lajur ini seharusnya digunakan untuk menyalip kendaraan yang lebih lambat.

Lajur kanan di jalan tol sebenarnya diperuntukkan bagi pengemudi yang ingin melaju lebih cepat atau menyalip kendaraan di jalur tengah atau kiri. Namun, lane hogger tetap menghalangi lajur ini, meskipun kecepatan mereka tidak lebih tinggi daripada kendaraan lain. Perilaku ini menyebabkan kendaraan di belakang harus mengurangi kecepatan atau bahkan melakukan manuver berbahaya untuk menyalip. Hal ini dapat mengarah pada kecelakaan, terutama tabrakan belakang, karena perubahan kecepatan yang mendadak. Ketegangan juga dapat muncul antara pengemudi yang terhambat dan lane hogger, yang bisa memicu pengambilan keputusan berkendara yang tidak aman. Selain itu, perilaku lane hogger juga dapat menyebabkan kemacetan, bahkan pada jalan tol yang seharusnya mengalir lancar. Ketika beberapa kendaraan terhambat oleh pengemudi di lajur kanan, arus lalu lintas dapat terganggu secara keseluruhan, memperlambat perjalanan banyak orang.

Sebagai pengemudi yang bertanggung jawab, penting untuk mematuhi aturan lajur dan menghindari perilaku ini untuk menjaga keselamatan di jalan. Menggunakan lajur kanan dengan bijak dapat membantu meningkatkan kelancaran lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan. Semoga kita semua bisa saling menghargai dan mengikuti aturan yang ada demi keselamatan bersama.

Xpeng Mona M03 Raih Prestasi Luar Biasa, Produksi 100.000 Unit dalam 216 Hari

Xpeng mencatatkan prestasi luar biasa dengan Mona M03, sedan listrik terbaru ini yang telah berhasil menarik perhatian konsumen. Dalam waktu singkat, hanya 216 hari setelah peluncurannya pada 27 Agustus 2025, kendaraan ini telah berhasil memproduksi 100.000 unit. Kesuksesan ini menunjukkan tingginya minat terhadap mobil listrik ini, yang memiliki desain serupa dengan Tesla Model 3. Sejak acara peluncuran di Beijing, Mona M03 langsung mendapatkan lebih dari 10.000 pesanan hanya dalam 52 menit.

Mona M03 dibanderol dengan harga antara 119.800 hingga 155.800 yuan, menawarkan desain interior yang minimalis dengan layar infotainment 15,6 inci yang didukung oleh chip Qualcomm Snapdragon 8155 dan RAM 16GB. Xpeng juga memberikan berbagai pilihan penyesuaian untuk kendaraan ini, termasuk panel instrumen yang dapat dicolokkan, dispenser pewangi, dan pilihan warna interior yang lebih variatif dibandingkan dengan Tesla.

Dimensinya lebih besar dibandingkan dengan Model 3, dengan panjang 4780mm, lebar 1896mm, dan tinggi 1445mm, serta jarak sumbu roda 2815mm. Kapasitas bagasinya mencapai 621 liter, yang dapat diperluas hingga 1602 liter jika kursi belakang dilipat. Untuk performanya, Mona M03 dilengkapi dengan motor penggerak roda depan 140 kW atau 160 kW, yang dipadukan dengan baterai litium besi fosfat FinDreams dari BYD. Tergantung pada versi baterai, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 620 km.

Waspada! Inilah Tanda Filter Solar Mobil Diesel Perlu Segera Diganti

Filter solar adalah komponen krusial dalam sistem bahan bakar pada mobil diesel, berfungsi untuk menyaring kotoran dan partikel yang bisa merusak mesin. Jika filter solar kotor atau rusak, ini bisa memengaruhi performa kendaraan dan bahkan merusak mesin. Oleh karena itu, penting untuk memantau kondisinya dan menggantinya tepat waktu.

Salah satu tanda paling jelas bahwa filter solar perlu diganti adalah ketika mesin sulit menyala atau tiba-tiba berhenti saat sedang berjalan. Filter yang tersumbat bisa menghambat aliran bahan bakar ke mesin, yang menyebabkan masalah ini. Jika kamu merasa kesulitan menyalakan mesin atau mesin mati tanpa alasan jelas, kemungkinan besar filter solar sudah tersumbat dan perlu segera diganti.

Penurunan performa mesin juga bisa menjadi tanda bahwa filter solar mulai bermasalah. Mesin yang biasanya bertenaga bisa terasa lebih pelan dan tidak responsif ketika pedal gas diinjak. Hal ini terjadi karena terbatasnya pasokan bahan bakar akibat filter yang kotor. Jika kamu merasakan penurunan kinerja mesin, segera periksa filter solar.

Peningkatan konsumsi bahan bakar yang tidak wajar juga bisa menjadi indikator bahwa filter solar sudah mulai rusak. Jika mobil terasa lebih boros meski gaya mengemudi tetap sama, itu bisa disebabkan oleh filter yang tersumbat, yang memaksa mesin bekerja lebih keras.

Gejala lain yang harus diwaspadai adalah mobil yang bergetar lebih keras atau suara mesin yang terdengar lebih berisik. Ketika filter solar tersumbat, aliran bahan bakar menjadi tidak stabil, yang menyebabkan mesin kehilangan keseimbangan. Jika kamu merasa getaran atau suara mesin semakin mengganggu, segera cek filter solar.

Jangan tunggu sampai masalah semakin parah! Jika lampu indikator bahan bakar di dashboard menyala bersama gejala-gejala tersebut, bisa jadi filter solar sudah waktunya diganti.

Pajak Tahunan Honda PCX 160 RoadSync Tipe Termahal, Begini Rinciannya

PT Astra-Honda Motor (AHM) menghadirkan Honda PCX 160 sebagai andalan terbaru di segmen skuter matik (skutik) kelas atas. Honda PCX 160 kini hadir dengan berbagai pembaruan, termasuk fitur-fitur canggih dan modern. Untuk harga, motor ini dibanderol sekitar Rp 40 juta, tetapi berapa biaya pajaknya?

Model yang dimaksud adalah Honda PCX 160 ABS-RoadSync, yang merupakan varian tertinggi dan paling lengkap di jajaran Honda PCX 160. Berdasarkan informasi dari situs resmi Astra Honda Motor, harga on-the-road Jakarta untuk Honda PCX 160 ABS-RoadSync adalah Rp 40.350.000.

Lalu, berapa pajaknya? Berikut ini rincian pajak tahunan untuk Honda PCX 160 ABS-RoadSync yang terdaftar atas nama perusahaan, yang dihimpun dari detikOto:

  • PKB (Pajak Kendaraan Bermotor): Rp 508.000
  • SWDKLLJ: Rp 35.000

Pajak tersebut berlaku untuk Honda PCX 160 ABS-RoadSync yang terdaftar atas nama perusahaan di Jakarta. Pajak kendaraan bermotor untuk perusahaan di Jakarta dikenakan tarif sebesar 2%, sama dengan kendaraan pribadi pertama tanpa adanya pajak progresif.

Namun, angka pajak tersebut dapat bervariasi tergantung pada NJKB motor dan lokasi, karena beberapa daerah sudah menerapkan peraturan pajak kendaraan bermotor yang berbeda.

Spesifikasi Honda PCX 160 ABS-RoadSync

Honda PCX 160 terbaru hadir dengan desain yang lebih modern, termasuk penggunaan dual headlamp. Bagian fairing juga didesain lebih lebar dengan lekukan yang lebih agresif. Seperti model sebelumnya, skutik ini tetap dilengkapi dengan lampu DRL LED.

Salah satu pembaruan terbaru adalah penggunaan Handlebar Cover yang lebih rapi, berbeda dengan model sebelumnya yang tidak dilengkapi penutup di bagian tersebut.

Skutik ini juga menawarkan berbagai fitur unggulan, seperti USB charger tipe C di kompartemen depan, yang menggantikan sebelumnya yang menggunakan tipe A. Selain itu, PCX 160 sudah dilengkapi dengan sistem kontrol traksi HSTC (Honda Selectable Torque Control).

Varian RoadSync hadir dengan layar TFT Panel Meter berukuran 5 inci, yang bisa diubah mode tampilannya antara day dan night. Fitur Pass Beam Switch juga dapat ditemukan pada handlebar.

Sebagai varian tertinggi, Honda PCX 160 kini dilengkapi dengan fitur Smartphone Connection bernama Honda RoadSync. Fitur ini memungkinkan pengendara untuk mengakses navigasi, telepon, musik, pesan, hingga perintah suara.

Motor ini masih mengandalkan mesin 157 cc eSP+ yang dilengkapi dengan 4 katup, 1 silinder, SOHC, yang mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 11,8 kW pada 8.500 rpm, dengan torsi puncak mencapai 14,7 Nm di 6.500 rpm.

Pilihan Tepat untuk Lebaran, Simak Harga Terbaru Mitsubishi Xpander

Mobil keluarga merupakan pilihan yang ideal untuk merayakan Lebaran bersama orang-orang terdekat. Dengan kapasitas penumpang yang besar dan fleksibilitas tinggi, mobil MPV menjadi pilihan yang tepat. Di segmen ini, Mitsubishi menawarkan Xpander, yang dianggap cocok untuk perjalanan mudik atau liburan Lebaran bersama keluarga. Mobil ini dilengkapi dengan berbagai fitur dan teknologi terbaru yang mendukung performa, kenyamanan, dan keselamatan pengemudi maupun penumpang.

Dari sisi desain, Xpander kini tampil lebih gagah dan modern dengan sentuhan kemewahan, mempertahankan ciri khas desain ‘Dynamic Shield’ dari Mitsubishi. Pada bagian depan, terdapat perubahan desain bumper yang lebih modern, serta lampu depan baru dengan bentuk T-Shape dan teknologi LED.

Pada bagian belakang, terdapat pembaruan desain bumper dan lampu belakang berbentuk T-Shape dengan LED. Fitur Electric Switch Tail Gate Door Handle memudahkan pengemudi dalam membuka pintu bagasi.

Selain itu, Xpander kini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti New Front 360 Camera (untuk tipe Ultimate), New Rear Camera, New Side Mirror Camera, serta desain baru pada grille depan dan belakang.

Di dalam kabin, Xpander juga mendapatkan pembaruan untuk memberikan nuansa lebih mewah, dengan lapisan soft touch yang memperindah bagian kabin. Desain dashboard mengusung gaya Horizontal Axis Design yang dilapisi dengan kulit lembut. Untuk sistem hiburan, kini hadir layar sentuh 8 inci yang terhubung dengan smartphone. Desain panel instrumen kini lebih modern, dan lingkar kemudi memiliki tampilan lebih sporty, dilengkapi dengan fungsi pengaturan audio dan cruise control.

Pengaturan AC kini digital, dan konsol tengah dilengkapi dengan arm rest serta cup holder. Tersedia juga port USB di bagian depan dan samping, serta tempat untuk menaruh uang elektronik.

Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, menyebutkan bahwa Xpander menawarkan kenyamanan dengan kabin yang luas, yang menjadi faktor utama dalam perjalanan jauh. Fitur penyimpanan yang tersedia di belakang kursi depan dan berbagai colokan untuk charger serta tempat botol di setiap baris kursi sangat memudahkan.

Mitsubishi Xpander juga memiliki fitur-fitur tambahan seperti Tilt & Telescopic Steering, desain baru pada Door Trim dengan jahitan nyata, Meter Cluster dengan animasi pembukaan, USB port, Power Outlet, Wireless Charger, serta Electric Parking Brake (EPB) dengan fitur Brake Auto Hold pada tipe Ultimate.

Ditenagai mesin 1.5L MIVEC DOHC 16 Valve Euro 4, Xpander menghasilkan tenaga maksimum 105 PS pada 6.000 RPM dan torsi 141 Nm pada 4.000 RPM. Pilihan transmisi yang tersedia adalah CVT atau manual.

Untuk keselamatan, Xpander dilengkapi dengan Dual SRS Airbags, struktur bodi RISE, sabuk pengaman ELR 3 titik, dan ISO-FIX. Fitur pengunci pintu otomatis yang bekerja berdasarkan kecepatan juga tersedia, serta Electric Parking Brake dan Brake Auto Hold pada tipe Ultimate dan Sport. Sistem keselamatan lainnya seperti ASC, ABS-EBD dengan BA, ESS, dan Hill Start Assist tersedia mulai varian GLS hingga Ultimate CVT.

Harga Xpander mulai dari:

  • Xpander GLS CVT: Rp 279.100.000
  • Xpander Exceed MT: Rp 283.250.000
  • Xpander Exceed CVT: Rp 292.500.000
  • Xpander Ultimate MT: Rp 318.250.000
  • Xpander Ultimate CVT: Rp 331.950.000

Harga di atas berlaku untuk OTR Jakarta bulan Maret 2025, dengan harga Xpander warna putih sedikit lebih tinggi, yaitu Rp 1,5 juta.

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Mitsubishi Xpander menjadi pilihan tepat untuk perjalanan keluarga.

Hyundai Ioniq 5 Ini Sudah Tempuh Jarak ke Bulan dan Kembali!

Sebuah Hyundai Ioniq 5 mencuri perhatian setelah mencatatkan jarak tempuh luar biasa, mencapai 666.255 km. Angka ini hampir setara dengan perjalanan pulang pergi antara Bumi dan Bulan. Meskipun merupakan model tahun 2023, mobil listrik asal Korea Selatan ini telah melaju lebih jauh dibandingkan kebanyakan kendaraan lain dalam waktu yang relatif singkat.

Menurut laporan Carscoops, mobil ini ditemukan melalui unggahan di halaman Facebook, tempat pemiliknya secara rutin membagikan pencapaian jarak tempuhnya. Berada di Korea Selatan, kendaraan ini digunakan secara intensif di jalan raya setiap harinya. Meski tidak disebutkan varian pasti yang digunakan, laporan menyebutkan bahwa baterai bawaan mobil mampu bertahan hingga 580.000 km sebelum akhirnya harus diganti.

Menariknya, Hyundai mengganti baterai tersebut tanpa biaya meskipun garansi baterai Ioniq 5 di sebagian besar negara, seperti Amerika Serikat dan Australia, hanya mencakup 8-10 tahun dengan batas 160.000 km. Tidak diketahui secara pasti alasan Hyundai memberikan penggantian gratis ini, apakah sebagai bentuk kemurahan hati atau sebagai pengecualian terhadap aturan yang berlaku.

Dalam kurun waktu sekitar 3 tahun 4-5 bulan, pemilik mobil ini telah mengemudi rata-rata 16.250-16.656 km per bulan, atau sekitar 541-555 km per hari. Dengan angka ini, Ioniq 5 tersebut telah menempuh jarak yang setara dengan perjalanan ke Bulan, kembali ke Bumi, lalu melanjutkan perjalanan beberapa kali lagi.