Faktor yang Membuat Konsumsi BBM Innova Zenix Hybrid Jadi Lebih Irit

Kijang Innova Zenix Hybrid menarik perhatian banyak calon pembeli berkat efisiensi bahan bakarnya. Inilah alasan mengapa konsumsi BBM pada Innova Zenix Hybrid bisa begitu hemat. Kehadiran model ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total penjualan seluruh varian Innova, menjadikannya salah satu mobil terlaris di Indonesia. MPV yang ramah lingkungan ini sangat memikat, terutama dalam hal konsumsi bahan bakar.

Menurut catatan Toyota, Innova Zenix Hybrid menawarkan konsumsi bahan bakar antara 15 hingga 25 km per liter, angka yang membuat konsumen merasa puas dan bahkan melampaui ekspektasi mereka.

“Sebagian besar konsumen mengungkapkan bahwa performa mesin serta efisiensi bahan bakar mobil ini melebihi harapan, dengan konsumsi bahan bakar sekitar 15-25 km/liter,” demikian kutipan dari akun Instagram Pressroom Toyota baru-baru ini.

Lantas, apa yang membuat Innova Zenix Hybrid bisa begitu efisien dalam penggunaan bahan bakar? Mobil ini menggabungkan mesin bensin, dua motor listrik, dan transmisi e-CVT, sehingga memastikan distribusi energi yang lebih optimal. Seperti kendaraan hybrid lainnya, energi kinetik dapat dipulihkan saat mobil melambat atau mengerem, yang turut meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Sebagai tambahan informasi, Innova Zenix Hybrid mengusung mesin M20A-FXS yang dipadukan dengan motor listrik kompak. Mesin ini bekerja sama dengan transmisi CVT K120 dengan mode Sequential Shiftmatic 10-speed. Dengan kapasitas 1.987 cc, mesin tersebut menghasilkan tenaga 152 PS pada 6.000 rpm dan dipadukan dengan motor listrik yang menghasilkan 113 PS dan torsi 21 kgm. Kombinasi keduanya menghasilkan daya maksimum 186 PS.

Innova Zenix menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA) GA-C, yang menggantikan struktur ladder-on-frame, meningkatkan kekakuan mobil sekaligus mengurangi kebisingan di kabin. Dengan bobot berkurang hingga 170 kg, kabin Innova Zenix menjadi lebih luas, meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang. Fitur keselamatan canggih, seperti Toyota Safety Sense 3 yang mencakup Pre-Collision System (PCS), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Lane Departure Alert (LDA), Lane Tracing Assist (LTA), dan Automatic High Beam (AHB), turut melengkapi mobil ini.

Tips Efektif dari Suzuki: Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Mekanik

Berkomunikasi dengan mekanik sering kali menjadi tantangan bagi pemilik kendaraan, terutama bagi mereka yang kurang memahami dunia otomotif. Menyadari hal ini, Suzuki Indonesia menghadirkan delapan tips praktis untuk membantu pemilik mobil menjalin komunikasi yang lebih baik dengan mekanik, sehingga proses perbaikan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai harapan. Salah satu langkah awal yang disarankan adalah memahami gejala kerusakan kendaraan sebelum membawa mobil ke bengkel. Mengenali tanda-tanda seperti suara aneh atau getaran yang tidak biasa dapat membantu mekanik melakukan diagnosis yang lebih akurat. Selain itu, mencatat masalah dan menyusun daftar pertanyaan seputar perbaikan dapat membantu pemilik kendaraan menyampaikan keluhan dengan lebih jelas.

Penting juga untuk berkomunikasi langsung dengan mekanik dan menjelaskan masalah dengan spesifik tanpa harus menggunakan istilah teknis yang rumit. Setelah itu, pemilik kendaraan sebaiknya mendiskusikan rencana perbaikan, termasuk estimasi biaya dan langkah-langkah yang akan dilakukan. Menyampaikan harapan terkait kualitas perbaikan dan komponen yang digunakan juga merupakan bagian penting agar hasil yang diperoleh sesuai dengan keinginan. Di sisi lain, mendengarkan saran dari mekanik juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, mengingat mereka memiliki keahlian dalam bidangnya.

Selain memahami waktu estimasi pengerjaan, menjaga hubungan baik dengan mekanik dapat memberikan manfaat jangka panjang. Sikap apresiatif seperti mengucapkan terima kasih dapat membangun komunikasi yang lebih baik di masa mendatang dan memastikan layanan yang lebih maksimal. Dengan menerapkan tips ini, pemilik kendaraan bisa merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi dengan mekanik serta mendapatkan hasil perbaikan yang optimal.

Persiapan Mudik Lebaran 2025: Tips Penting untuk Kendaraan Konvensional dan Listrik

Pakar otomotif dari Universitas Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan bahwa persiapan mudik bagi pengguna kendaraan konvensional maupun mobil listrik tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Menurutnya, sebelum melakukan perjalanan jauh, setiap pemilik kendaraan wajib memastikan kondisi kendaraannya dalam keadaan optimal.

Bagi pengguna mobil berbahan bakar bensin atau diesel, pengecekan rutin seperti kondisi oli, filter, busi, sistem pendingin, rem, lampu, serta tekanan angin pada ban sangat penting. Selain itu, menyiapkan ban cadangan dengan tekanan udara yang sesuai juga menjadi langkah antisipasi dalam menghadapi kemungkinan ban bocor atau pecah di tengah perjalanan.

Sementara itu, bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik, pemeriksaan kesehatan baterai, sistem pendingin, dan fungsi pengisian daya menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Pemilik kendaraan listrik juga disarankan untuk mengecek kondisi kabel pengisian serta memastikan kompatibilitas dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang rute perjalanan. Selain itu, aplikasi navigasi untuk menemukan SPKLU juga sebaiknya dipastikan berfungsi dengan baik sebelum memulai perjalanan.

Untuk mempermudah perjalanan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik, PT PLN (Persero) telah menambah jumlah SPKLU di berbagai rest area dengan teknologi pengisian daya cepat. Diperkirakan jumlah pengguna mobil listrik saat Lebaran 2025 akan meningkat hingga 500 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah transaksi di SPKLU yang juga diprediksi melonjak drastis. Oleh karena itu, PLN telah meningkatkan jumlah SPKLU hingga 800 unit di lokasi-lokasi dengan tingkat okupansi tinggi guna mengakomodasi kebutuhan para pemudik.

Jokowi Tiba di Istana Merdeka Naik Mobil Listrik Mewah Saat Bukber dengan Prabowo

Presiden Indonesia yang ketujuh, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, mengunjungi Istana Merdeka di Jakarta Pusat untuk berbuka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (26/3). Jokowi tiba menggunakan mobil listrik mewah, BMW i7!

Melalui tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (27/3), terlihat Jokowi datang dengan pengawalan yang cukup santai. Ia duduk di kursi belakang mobil dan turun saat tiba di depan Istana Merdeka. Prabowo langsung menyambutnya di dekat kendaraan.

Setelah berjabatan tangan, keduanya menuju Presidential Lounge. Sebelum memasuki ruangan, Jokowi sempat menyapa dan berjabat tangan dengan Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya.

Sebagai media otomotif, detikOto fokus membahas mobil listrik yang digunakan Jokowi untuk acara tersebut, BMW i7 berwarna abu-abu dengan pelat nomor BK 1235 yang berasal dari Sumatera Utara. Mobil ini sebelumnya juga digunakan oleh Kaesang Pangarep dan Bobby Nasution pada pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Oktober lalu, meskipun tidak tercatat dalam daftar ELHKPN milik Bobby.

BMW i7 adalah kendaraan listrik premium yang harganya mencapai lebih dari Rp 3,4 miliar (belum termasuk pajak). Mobil ini dilengkapi dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 544 dk dan torsi 795 Nm, mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 4,7 detik, serta memiliki jarak tempuh hingga 590-625 km per pengisian baterai.

Selain itu, BMW i7 dilengkapi dengan teknologi BMW eDrive generasi kelima yang memungkinkan pengisian baterai 10 hingga 80 persen hanya dalam 34 menit dengan pengecasan cepat 195 kW (DC). Untuk hiburan, mobil ini memiliki layar BMW Theater Screen 31,3 inci dan kursi baris kedua yang dapat diubah menjadi ruang bioskop pribadi, lengkap dengan akses ke layanan streaming.

BMW i7 juga menawarkan pengalaman unik dengan suara mobil listrik yang diciptakan oleh komposer terkenal dunia, Hans Zimmer, melalui fitur BMW Iconic Sounds.

Hindari Overheat saat Mudik: Tips Penting untuk Perjalanan Aman dan Nyaman

Mudik Lebaran adalah momen yang dinanti setiap tahunnya, namun perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi sering kali menimbulkan berbagai tantangan, salah satunya adalah risiko mesin mengalami overheat. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat menyebabkan kendaraan mogok di tengah perjalanan, sehingga menghambat perjalanan dan berpotensi menimbulkan masalah serius. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat guna memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.

Salah satu faktor utama penyebab overheat adalah kurangnya cairan pendingin atau coolant yang berperan dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika level coolant berkurang atau kualitasnya menurun, mesin berisiko mengalami panas berlebih yang dapat merusak komponen internalnya. Pastikan selalu mengecek dan mengisi coolant sesuai rekomendasi pabrikan serta periksa adanya kebocoran pada radiator atau selang pendingin. Selain itu, kipas radiator juga memiliki peran penting dalam sistem pendinginan mesin. Jika kipas tidak berfungsi dengan baik atau putarannya melemah, pendinginan tidak akan optimal, sehingga meningkatkan risiko overheat. Lakukan pengecekan dengan menyalakan mesin dan pastikan kipas bekerja normal. Jika terjadi masalah, periksa sekring, relay, atau motor kipas untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

Selain pendingin, oli mesin juga berperan dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Oli yang kotor atau volumenya berkurang dapat menyebabkan gesekan berlebih di dalam mesin, sehingga meningkatkan suhu kerja kendaraan. Sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan untuk mengecek kondisi oli dan menggantinya jika sudah terlalu pekat atau volumenya berkurang. Pastikan juga menggunakan oli dengan spesifikasi yang sesuai dengan kendaraan.

Thermostat adalah komponen penting lainnya yang mengatur sirkulasi cairan pendingin ke radiator. Jika rusak atau macet dalam posisi tertutup, aliran coolant akan terganggu dan menyebabkan mesin cepat panas. Sebelum berangkat, lakukan pemeriksaan pada thermostat dan pastikan tidak ada kendala dalam fungsinya. Jika mesin menunjukkan tanda-tanda cepat panas atau indikator suhu naik tidak normal, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Faktor lain yang dapat menyebabkan overheat adalah beban kendaraan yang berlebihan. Membawa barang atau penumpang melebihi kapasitas akan membuat mesin bekerja lebih keras dan meningkatkan suhu mesin. Pastikan barang bawaan tidak melebihi batas yang dianjurkan serta atur muatan dengan efisien. Jika menggunakan roof box atau bagasi tambahan, pastikan beban tetap dalam batas yang aman. Dengan menjaga performa kendaraan dan melakukan pemeriksaan rutin sebelum berangkat, risiko overheat dapat diminimalisir, sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman dan aman.

Mudik Nyaman dengan Motor: Persiapan Wajib Agar Aman di Perjalanan

Libur Lebaran semakin dekat, dan bagi banyak orang, ini adalah waktu yang dinantikan untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Tidak sedikit pemudik yang memilih sepeda motor sebagai moda transportasi utama demi menghindari kemacetan dan menghemat biaya perjalanan. Namun, berkendara jarak jauh dengan motor bukan tanpa risiko. Faktor kelelahan, kondisi cuaca yang tak menentu, serta performa kendaraan yang kurang optimal bisa menjadi hambatan di jalan.

Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum berangkat. Pastikan kondisi motor dalam keadaan prima dengan memeriksa oli, rem, ban, suspensi, aki, serta sistem penerangan. Jika memungkinkan, lakukan servis di bengkel resmi agar kendaraan benar-benar siap menghadapi perjalanan jauh. Selain itu, pelajari rute yang akan dilalui, identifikasi titik-titik rawan kemacetan, serta cari tahu lokasi SPBU dan tempat peristirahatan agar perjalanan lebih lancar.

Penggunaan perlengkapan berkendara juga tidak boleh diabaikan. Selain helm, kenakan jaket tebal, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup agar lebih aman. Pilih jaket dengan warna terang supaya lebih mudah terlihat di jalan, terutama di malam hari atau saat cuaca berkabut. Jangan lupa membawa jas hujan sebagai antisipasi jika cuaca tiba-tiba berubah. Mengutamakan keselamatan dalam berkendara juga sangat penting. Hindari kebiasaan buruk seperti menerobos lampu merah atau menyalip sembarangan, karena bisa berisiko tinggi.

Selain itu, bawalah barang seperlunya agar motor tetap stabil. Jika membawa muatan tambahan, pastikan bobotnya seimbang di kedua sisi dan tidak terlalu tinggi agar keseimbangan kendaraan tetap terjaga. Persiapan fisik dan mental juga berperan besar dalam perjalanan jauh. Tidur yang cukup sebelum berangkat, mengonsumsi makanan bergizi, serta minum vitamin jika diperlukan dapat membantu menjaga stamina. Jika merasa lelah di perjalanan, jangan memaksakan diri. Berhenti sejenak untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Selama musim mudik, banyak pos jaga dan bengkel darurat yang siap membantu pemudik jika mengalami kendala teknis. Jangan ragu untuk memanfaatkan fasilitas tersebut jika dibutuhkan. Mudik memang bisa melelahkan, tetapi dengan persiapan yang matang, perjalanan akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Selamat mudik, berkendara dengan aman, dan semoga selamat sampai tujuan!

Honda Accord 2025 Hadir dengan Fitur Honda Sensing 360+, Pengemudi Bisa Lepas Tangan di Jalan Tol

Honda baru saja memperkenalkan model terbaru dari sedan Accord di Jepang, yang dilengkapi dengan fitur-fitur canggih. Honda Accord 2025 hadir dengan teknologi Honda Sensing 360+ yang lebih inovatif, menawarkan berbagai pembaruan untuk meningkatkan pengalaman berkendara.

Menurut informasi yang dirilis oleh Honda, Accord 2025 diperkirakan akan mulai tersedia untuk pembelian pada pertengahan tahun ini. Sedan ini hadir dengan sistem Honda Sensing 360+ yang lebih maju, termasuk pembaruan pada fitur adaptive cruise control dan lane centering assist, yang memungkinkan pengemudi untuk melepaskan tangan dan kaki mereka saat berkendara di jalan tol, dengan mobil yang bisa berjalan secara otomatis tanpa intervensi pengemudi.

Lebih canggih lagi, sistem ini dapat mendeteksi potensi untuk menyalip. Jika lajur kanan kosong, sistem akan merekomendasikan perpindahan jalur untuk menyalip, yang dapat dilakukan secara otomatis jika pengemudi menyetujui saran tersebut. Honda Accord 2025 menjadi model Honda pertama yang dilengkapi dengan kemampuan ini.

Selain itu, fitur baru dalam Honda Sensing 360+ termasuk predictive curve departure warning, yang akan memperingatkan pengemudi jika mobil melaju terlalu cepat saat memasuki tikungan tajam. Jika pengemudi tidak merespons, mobil akan secara otomatis mengurangi kecepatan. Sistem ini juga dilengkapi dengan emergency stop assist, yang akan menghentikan mobil jika pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan dan menghubungi layanan darurat. Peringatan pintu terbuka juga tersedia sebagai bagian dari fitur keselamatan ini.

Honda Accord 2025 dilengkapi dengan berbagai sensor dan kamera, termasuk lima sensor radar di bagian depan dan sudut bemper, serta beberapa antena GPS dan peta definisi tinggi untuk mendukung fungsi-fungsi canggih ini. Fitur-fitur lainnya seperti front cross-traffic alert with auto brake, blind spot collision prevention, lane change assist, dan curve speed reduction juga tersedia sebagai bagian dari sistem Honda Sensing 360 reguler.

Secara visual, model yang dilengkapi dengan Honda Sensing 360+ memiliki kaca spion samping berwarna hitam dan velg alloy dua warna 18 inci yang dilapisi Berlina Black, dengan pilihan jok kulit berwarna putih. Meskipun ada peningkatan di sektor fitur, tidak ada perubahan pada sektor teknis, dengan mesin hybrid e:HEV yang memiliki motor listrik 184 PS/335 Nm, didukung oleh mesin Atkinson-cycle 2.0 liter 147 PS/182 Nm.

Model terbaru ini menawarkan banyak pembaruan yang meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengemudi, menjadikannya pilihan menarik di segmennya.

Persiapan Wajib Sebelum Mudik dengan Motor Matic Agar Aman dan Nyaman

Mudik dengan motor matic semakin diminati karena lebih praktis, irit bahan bakar, dan fleksibel dalam menghadapi kondisi lalu lintas yang padat. Namun, perjalanan jauh tentu memerlukan persiapan ekstra agar tetap nyaman dan aman. Salah satu aspek terpenting adalah memastikan kondisi motor dalam keadaan prima sebelum berangkat. Mesin sebagai pusat kinerja motor harus dalam kondisi optimal, terutama oli mesin yang berperan menjaga suhu dan performa. Pastikan oli tidak kotor atau berkurang, serta lakukan penggantian jika sudah waktunya. Selain itu, filter oli juga harus diperiksa agar sirkulasi oli tetap lancar dan mesin terhindar dari kerusakan.

Sistem pengereman juga menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan. Rem depan dan belakang harus bekerja dengan baik tanpa suara atau getaran yang mencurigakan. Kampas rem yang sudah menipis harus segera diganti agar tidak membahayakan saat berkendara. Jika motor matic menggunakan rem hidrolik, pastikan cairan rem dalam kondisi cukup dan tidak bocor untuk menjaga kinerja pengereman tetap maksimal. Selain rem, kondisi ban juga harus dicek sebelum berangkat. Pastikan tekanan angin sesuai dengan standar pabrik, karena tekanan yang kurang atau berlebihan dapat mempengaruhi kestabilan motor. Ban yang sudah aus, memiliki sobekan, atau benjolan sebaiknya segera diganti agar tidak berisiko pecah di tengah perjalanan. Jangan lupa untuk mengecek velg agar tidak ada yang bengkok atau retak yang bisa mengganggu keseimbangan motor.

Transmisi CVT yang menjadi ciri khas motor matic juga perlu diperiksa. Jika terdengar suara kasar atau ada indikasi gangguan, segera lakukan perawatan agar performa tetap optimal. Komponen seperti roller dan belt juga harus dalam kondisi baik untuk mencegah kendala di perjalanan. Selain itu, sistem kelistrikan harus berfungsi dengan baik, terutama lampu utama, lampu belakang, dan lampu sein yang sangat penting untuk keselamatan, terutama saat berkendara malam hari. Pastikan aki dalam kondisi baik dan tidak mengalami gangguan seperti kabel longgar atau karatan yang bisa menghambat sistem kelistrikan. Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik dengan motor matic akan lebih aman, nyaman, dan bebas dari kendala di jalan.

Pastikan Perjalanan Mudik Lancar dengan Perawatan Mobil yang Tepat

Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga, namun perjalanan jauh bisa menjadi tantangan jika mobil tidak dalam kondisi optimal. Oleh karena itu, memastikan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat adalah langkah penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kondisi mesin. Sebagai komponen utama kendaraan, mesin perlu dicek dan dirawat dengan baik. Pastikan oli mesin dalam keadaan bersih dan cukup, karena oli yang kotor atau berkurang dapat menyebabkan mesin cepat panas dan berpotensi mengalami kerusakan. Selain itu, periksa juga sistem pendingin agar tidak ada kebocoran yang bisa menyebabkan overheat di tengah perjalanan.

Sistem pendingin lain yang tidak kalah penting adalah AC mobil. Berkendara dalam suhu panas tanpa AC yang berfungsi baik dapat membuat perjalanan terasa tidak nyaman. Jika AC terasa kurang dingin, kemungkinan ada masalah pada refrigerant atau filter yang kotor dan perlu dibersihkan. Jangan lupa untuk mengecek kondisi radiator dan memastikan cairan pendingin cukup, karena radiator yang bermasalah bisa menyebabkan mesin mengalami panas berlebih dan berujung mogok. Selain itu, sistem pengereman juga harus diperiksa dengan cermat. Pastikan kampas rem masih tebal dan cairan rem dalam kondisi cukup agar pengereman tetap optimal, terutama di jalanan padat atau menanjak.

Bagian lain yang harus mendapat perhatian adalah kondisi ban. Pastikan tekanan udara sesuai standar dan tidak ada kerusakan seperti benjolan atau sobekan yang bisa membahayakan perjalanan. Jika ban sudah mulai aus, sebaiknya ganti dengan yang baru untuk menghindari risiko pecah ban di jalan. Selain itu, sistem kelistrikan mobil juga perlu diperiksa. Periksa seluruh lampu kendaraan agar berfungsi dengan optimal, termasuk lampu depan, lampu pengereman, dan lampu sein. Lampu yang tidak berfungsi bisa membahayakan, terutama saat berkendara di malam hari. Aki mobil juga harus dalam kondisi baik, karena aki yang lemah bisa menyebabkan gangguan kelistrikan bahkan mogok mendadak.

Terakhir, perhatikan juga sistem suspensi dan kemudi kendaraan. Suspensi yang kurang baik dapat membuat perjalanan terasa tidak nyaman dan berisiko mempercepat keausan ban. Pastikan power steering bekerja dengan baik agar kendaraan tetap stabil dan responsif, terutama saat melewati jalan bergelombang atau harus bermanuver cepat. Dengan melakukan perawatan menyeluruh sebelum berangkat, perjalanan mudik bisa menjadi lebih lancar, aman, dan menyenangkan.

Liburan Mudik Lebaran Lebih Tenang, AION Sediakan Bengkel Siaga untuk Pengguna Mobil Listrik

Tingginya minat masyarakat terhadap mobil listrik mendorong semakin berkembangnya penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini, terutama untuk perjalanan mudik saat Lebaran Idulfitri. Menyikapi hal tersebut, sejumlah produsen mobil listrik mulai menyiapkan layanan khusus untuk para pelanggan, termasuk AION.

Sebagai merek yang fokus sepenuhnya pada kendaraan listrik, AION menawarkan berbagai pilihan mobil listrik murni di Indonesia, seperti AION V, AION Hyptec HT, dan AION Y Plus.

Untuk memberikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman, AION Indonesia menyiapkan delapan bengkel siaga di beberapa kota besar yang strategis.

Menurut Aldi Ruvian, perwakilan dari tim aftersales AION Indonesia, “Kami sudah menerima banyak laporan dari para pemilik EV yang kini merasa lebih percaya diri untuk bepergian keluar Jakarta, termasuk untuk liburan atau mudik di minggu depan.”

AION Indonesia menyediakan layanan darurat 24 jam melalui Emergency Roadside Assistance (ERA) di nomor 021-3005 8888 dan layanan bantuan melalui WhatsApp Chatbot di nomor 0851 8605 7870.