Setelah kesuksesan Xiaomi SU7, perusahaan teknologi besar asal Tiongkok ini semakin serius dalam merambah industri mobil listrik. Antusiasme mereka untuk bersaing di pasar mobil listrik semakin terlihat setelah CEO Xiaomi, Lei Jun, beberapa waktu lalu membagikan unggahan di media sosialnya.
Lei Jun tampak menunjukkan minatnya pada mobil listrik Xiaomi YU7 dengan beberapa unggahan yang memperlihatkan aktivitasnya bersama mobil tersebut. Tidak hanya sekali, Lei juga beberapa kali mengunggah foto crossover elektrik penuh yang hingga kini belum dipasarkan oleh Xiaomi.
Dari segi desain, Xiaomi YU7 masih mengusung ciri khas Xiaomi. Bagian depannya mengingatkan pada desain SU7, namun dengan bentuk yang lebih melengkung. Lampu depannya memiliki fitur pencahayaan khas yang menyapu seluruh bagian depan mobil.
Menurut laporan Car News China, YU7 juga dilengkapi dengan sensor LiDAR pada bagian atapnya, yang menunjukkan bahwa SUV ini kemungkinan besar akan dibekali dengan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS). Selain itu, Xiaomi menawarkan berbagai pilihan desain velg untuk YU7, termasuk model yang terinspirasi oleh desain kipas turbofan.
Xiaomi YU7 masuk dalam kategori SUV ukuran menengah-besar dengan dimensi panjang 4.999 mm, lebar 1.996 mm, dan tinggi 1.608 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.000 mm.
Seperti halnya SU7, YU7 akan hadir dengan beberapa pilihan varian tenaga. Varian dasar menggunakan motor tunggal yang terpasang di bagian belakang, menghasilkan tenaga sebesar 235 kW (315 HP) dan dibekali dengan baterai lithium iron phosphate.
Sementara untuk varian lebih tinggi, YU7 menggunakan konfigurasi motor ganda (dual-motor) dengan penggerak semua roda (AWD). Motor depan menghasilkan daya sebesar 220 kW (295 HP), sementara motor belakang menghasilkan 288 kW (376 HP), dengan total daya mencapai 508 kW (681 HP). Model AWD ini menggunakan baterai ternary lithium.
Menurut kabar yang beredar, Xiaomi diperkirakan akan meluncurkan YU7 di pasar China pada bulan Juni atau Juli 2025, dengan harga diperkirakan berada di kisaran 300.000 hingga 400.000 yuan, atau sekitar Rp 660 juta hingga Rp 880 juta.