Waspada! Inilah Tanda Filter Solar Mobil Diesel Perlu Segera Diganti

Filter solar adalah komponen krusial dalam sistem bahan bakar pada mobil diesel, berfungsi untuk menyaring kotoran dan partikel yang bisa merusak mesin. Jika filter solar kotor atau rusak, ini bisa memengaruhi performa kendaraan dan bahkan merusak mesin. Oleh karena itu, penting untuk memantau kondisinya dan menggantinya tepat waktu.

Salah satu tanda paling jelas bahwa filter solar perlu diganti adalah ketika mesin sulit menyala atau tiba-tiba berhenti saat sedang berjalan. Filter yang tersumbat bisa menghambat aliran bahan bakar ke mesin, yang menyebabkan masalah ini. Jika kamu merasa kesulitan menyalakan mesin atau mesin mati tanpa alasan jelas, kemungkinan besar filter solar sudah tersumbat dan perlu segera diganti.

Penurunan performa mesin juga bisa menjadi tanda bahwa filter solar mulai bermasalah. Mesin yang biasanya bertenaga bisa terasa lebih pelan dan tidak responsif ketika pedal gas diinjak. Hal ini terjadi karena terbatasnya pasokan bahan bakar akibat filter yang kotor. Jika kamu merasakan penurunan kinerja mesin, segera periksa filter solar.

Peningkatan konsumsi bahan bakar yang tidak wajar juga bisa menjadi indikator bahwa filter solar sudah mulai rusak. Jika mobil terasa lebih boros meski gaya mengemudi tetap sama, itu bisa disebabkan oleh filter yang tersumbat, yang memaksa mesin bekerja lebih keras.

Gejala lain yang harus diwaspadai adalah mobil yang bergetar lebih keras atau suara mesin yang terdengar lebih berisik. Ketika filter solar tersumbat, aliran bahan bakar menjadi tidak stabil, yang menyebabkan mesin kehilangan keseimbangan. Jika kamu merasa getaran atau suara mesin semakin mengganggu, segera cek filter solar.

Jangan tunggu sampai masalah semakin parah! Jika lampu indikator bahan bakar di dashboard menyala bersama gejala-gejala tersebut, bisa jadi filter solar sudah waktunya diganti.

Fakta Menarik: Apakah Oli Kental Bisa Redam Suara Mesin Kendaraan?

Jakarta – Oli berperan penting sebagai pelumas dalam mesin kendaraan, membantu mengurangi gesekan antara komponen yang bergerak. Namun, banyak orang juga percaya bahwa oli dengan spesifikasi tertentu, terutama yang lebih kental, dapat meredam suara mesin, menjadikannya lebih tenang saat beroperasi.

Aji Dwi Nugroho, Foreman di Aha Motor Yogyakarta, menjelaskan bahwa oli yang lebih kental memang memiliki keunggulan dalam meredam suara. “Jika Anda menggunakan oli dengan viskositas lebih tinggi, seperti dari SAE 5W-30 menjadi SAE 10W-30, ketebalan oli yang mengelilingi komponen mesin akan lebih besar. Ini bisa membantu meredam suara yang dihasilkan mesin,” ungkap Aji dalam wawancaranya.

Dia memberikan analogi sederhana: “Cobalah memukul gelas yang berisi bensin dan oli dengan sendok. Gelas yang berisi oli akan menghasilkan suara yang lebih lembut saat dipukul.” Ini menunjukkan bagaimana oli yang lebih kental dapat membantu meredakan kebisingan mesin.

Namun, Aji juga memperingatkan bahwa tidak semua kendaraan cocok menggunakan oli yang terlalu kental. “Penggunaan oli kental dapat membuat suara mesin lebih halus, tetapi jika terlalu kental, tarikan mesin bisa menjadi lebih berat,” tambahnya.

Penggunaan oli kental biasanya dianjurkan untuk mobil yang sudah berusia 10 tahun atau lebih, di mana keausan antar komponen cenderung lebih tinggi. “Jika pemilik mobil rutin mengganti oli, suara mesin tetap bisa halus meskipun menggunakan oli yang lebih encer sesuai rekomendasi pabrikan,” jelas Aji.

Kesimpulannya, oli dengan viskositas yang lebih kental memang dapat membantu meredam suara mesin, menjadikannya lebih senyap saat digunakan. Namun, pemilik kendaraan harus tetap memperhatikan rekomendasi pabrikan dan kondisi mesin agar performa tetap optimal.